Langsung ke konten utama

Koordinat kutub dan koordinat kartesius

 

Pengertian dan Manfaat Koordinat Kutub


Sumber materi:https://mahirmatematika.com/koordinat-cartesius-dan-koordinat-kutub-serta-cara-konversi-dengan-mudah/amp/

Koordinat kutub atau koordinat polar merupakan sistem koordinat 2 dimensi, dimana titik bidang ditentukan dari jarak titik yang sudah ditetapkan dan besar sudut ditentukan dari arah yang sudah ditetapkan.

Hubungan Koordinat Cartesius dan Koordinat Kutub

Koordinat cartesius dan koordinat kutub serta cara konversi bisa dilakukan dengan menggunakan rumus. Sebelum Anda mengetahui rumus konversi koordinat cartesius ke dalam koordinat kutub ataupun sebaliknya, ada baiknya Anda mengetahui hubungan koordinat cartesius dan koordinat kutub dengan melihat gambar berikut.

Hubungan Koordinat Cartesius dan Koordinat Kutub

Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa koordinat cartesius ditujukan titik P (x,y) dan koordinat kutub P(r,Ο‘) dan bisa ditentukan dengan rumus:


Y

Pengertian dan Manfaat Koordinat Cartesius

Jadi, jika diketahui koordinat cartesius P(x,y), maka koordinat kutub bisa ditentukan dengan rumus:

Pengertian dan Manfaat Koordinat kutub

Sedangkan untuk mengkonversi koordinat kutub ke dalam koordinat cartesius digunakan rumus:

pengertian koordinat cartesius

Jadi, jika diketahui koordinat cartesius P(r,Ο‘), maka koordinat kutubnya dapat dinyatakan dengan rumus:

pengertian koordinat kutub

Contoh Soal Konversi Koordinat Cartesius dan Koordinat Kutub

Jika diketahui titik-titik koordinat sebagai berikut:

  • P (4,4)
  • P (6,1200)

Ubahlah menjadi koordinat cartesius atau koordinat kutub!

Jawab:

Diketahui koordinat cartesius P (4,4), maka digunakan rumus dan perhitungannya sebagai berikut

contoh soal koordinat cartesius dan koordinat kutub

Pengertian dan Manfaat Koordinat Cartesius

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS

  Determinan dan Invers matriks π˜Ώπ™šπ™©π™šπ™§π™’π™žπ™£π™–π™£ 𝙙𝙖𝙣 π™„π™£π™«π™šπ™§π™’π™–π™©π™§π™žπ™ π™¨ 𝙀𝙧𝙙𝙀 2𝙭2 𝙙𝙖𝙣 π™’π™–π™©π™§π™žπ™ π™¨ 𝙀𝙧𝙙𝙀 2𝙭3 •Determinan Matriks Determinan suatu matriks didefinisikan sebagai selisih antara perkalian elemen-elemen pada diagonal utama dengan perkalian elemen-elemen pada diagonal sekunder.  Determinan matriks hanya dapat ditentukan pada  matriks persegi . Determinan dari matriks A dapat dituliskan det(A) atau |A|. Untuk menentukan determinan dari sebuah matriks, terdapat dua aturan berdasarkan ordonya, yaitu ordo 2x2 dan ordo 3x3. •Determinan  Matriks Ordo 2x2 Determinan matriks persegi dengan ordo 2x2 dapat dihitung dengan cara berikut: •Determinan  Matriks Ordo 3x3 Determinan matriks persegi dengan ordo 3x3 dapat dihitung dengan menggunakan dua cara, yaitu kaidah Sarrus dan ekspansi kofaktor. Namun, cara yang paling sering digunakan dalam menentukan determinan matriks ordo 3x3 adalah dengan kaidah Sarrus. Langkah-langkah mencari determ...

Sudut-sudut berelasi pada kuadran I,II,III,IV

 Sudut-sudut berelasi pada kuadran I,II,III,IV Sumber materi:https://www.danlajanto.com/2015/10/sudut-sudut-berelasi-trigonometri-sma_58.html?m=1 Perbandingan Trigonometri di Kuadran I Oleh karena pada gambar di atas, titik   M  (  x  1  ,   y  1  )   adalah bayangan dari titik   K  (  x  ,   y  )   oleh pencerminkan terhadap garis   y   =   x  , maka Dengan demikian, hubungan antara sudut   dengan   sudut   (90° - )   atau  ( Ο€. 2 )  _  _  adalah sebagai berikut: Perbandingan Trigonometri di Kuadran II A. Sudut berelasi dengan sudut (180° - ) atau (Ο€ - ) Relasi antara sudut   dengan   sudut   (180° - )   adalah sebagai berikut: Perbandingan Trigonometri di Kuadran III A. Sudut berelasi dengan (180° + ) atau (Ο€ + ) Mari kita perhatikan gamba...

Sudut-sudut berelasi

 SUDUT-SUDUT BERELASI Sumber materi:https://www.danlajanto.com/2015/10/sudut-sudut-berelasi-trigonometri-sma_58.html?m=1 SUDUT-SUDUT BERELASI Sudut-sudut yang berelasi atau berhubungan ditunjukkan dengan adanya hubungan antara sudut    dengan sudut   (90° ± )  ,   (180° ± Ξ±)  ,   (270° ± )  ,   (360° ± )  ,  atau   -Ξ±  . Jika sudut   berelasi   dengan sudut   (90° - )   atau   ( Ο€. 2  - )  , maka kedua sudut   saling berpenyiku  .  Selanjutnya, jika sudut   berelasi   dengan sudut   (180° - )   atau   (Ο€ - )  , maka kedua sudut tersebut   saling berpelurus  . Sudut berelasi mencakup 4 kuadran yaitu kuadran I, II, III, dan IV.Meskipun demikian rumus sudut berelasi untuk keempat kuadran dapat dirangkum sebagai berikut: sin a = cos (90 – a) =...